Desain Dan Implementasi Aplikasi Berbasis Web Untuk Visualisasi Scala Lebar Data Photogrammetric Dan Cartographic

Pada tulisan ini akan dibahas mengenai ukuran, lebar, presisi dan detail gambar peta yang menampilkan informasi interior bangunan dalam bentuk layer dan dalam format yang interaktif.  Pada penelitian ini, kan dicoba memakai Scalable Vector Graphic (SVG), dimana SVG sendiri merupakan bahasa XML untuk merepresentasikan vektor dua dimensi untuk keperluan standardisasi dengan elemen web yang lain.  SVG pada akhirnya bertujuan untuk menggantikan kelemahan yang yang dimiliki data bitmap saat menampilkan data spasial.  SVG sendiri memiliki potensi yang tinggi karena memiliki standar XML sehingga mudah dikombinasikan dengan elemen web lainnya.

Photogrammetry dan Remote Sensing (penginderaan jauh) adalah dua ilmu yang dapat mengumpulkan, menganalisis dan mendistribusikan sangat banyak informasi geospatial.  Disini akan dicoba diuraikan bagaimana mengubah format photogrammetry kedalam format SVG, sehingga akan dihasilkan kualitas grafik yang baik karena berwujud vektor dan kemampuan interaksi yang lebih iinteraktif dengan user.  Disini akan difokuskan di area universitas dimana akan ada informasi interaktif di setiap lantai gedung.

Pada teknik pengkonversian ke dalam format SVG, dalam penelitian ini digunakan software CAD2SVG.  Format data GIS yang dapat diproses antara lain DWG dan DXF.  Selain ke format SVG, tool ini bisa juga mengubahnya ke format SVGZ dimana kompresinya mencalpai 80 – 90 % file asli.  Kelebihan dari SVG adalah kemampuan menyimpan info lain dari gambar dalam benetuk metadata XML, ini memberi kemudahan dalam perpindahan data dan informasi.  Metadata ini nantinya akan digunakan sebagai informasi interaktif menggunakan JavaScript dalam tampilannya.

SVG sendiri adalah format baru dalam bentuk XML yang berbasis teks.  Dengan tambahan JavaScript dan DOM (Document Object Model), SVG bisa disulap menjadi interaktif sesuai perubahan data yang ada.  Developer ASP, JSP, dan PHP pun dapat mudah mengimplementasikan SVG ini.

Kelebihan lainnya adalah formatnya yang berupa vektor membuat SVG tidak mengalami maslah dengan penskalaan.  Penghematan juga dapat dilakukan, seperti mengganti 2 gambar raster dengan cukup 1 gambar SVG.  Selain itu, perenderan yang dilakukan disisi klien dapat menghindarkan dari overload server.  Support SVG kepada beberapa karakter unicode juga membuat SVG mengenali beberapa bahasa dalam menampilkan tulisan.

Pada implementasi aplikasi, akan digunakan gambar raster dan SVG dengan alur kerja seperti berikut.

  1. Ditampilkan map kampus, user diminta memilih gedung yang hendak dilihat.
  2. Setelah memilih gedung, user akan diminta memilih lantai.
  3. Setelah itu ditampilkan map lantai yang dipilih, user diminta memilih ruang yang hendak dilihat.
  4. Informasi dari ruang yang bersangkutan akan ditampilkan.

Masalah yang ada adalah ketidak bakuan standar format XML yang dipakai untuk menyimpan data gedung.  Solusinya adalah memakai GML ( Geographycal Markup Language ), ini adalah XML standar yang dibakukan konsortium GIS.  Sehingga metadata yang ada akan mudah ditransfer ke aplikasi  ataupun format lain.

Jadi SVG adalah sebuah format baku untuk menampilkan vektor dengan bahsa XML yang dikembangkan oleh W3C.  Karenanya ini sangat mudah diimplementasikan dengan DOM dan JavaScript.  Selain itu juga bahasa pemrograman web lainnya kompatibel untuk dikolaborasikan seperti PHP, ASP, JSP.  Keuntungannya yang berupa vektor adalah proses penskalaan yang tak terbatas.

Sumber : DESAIN DAN IMPLEMENTASI APLIKASI BERBASIS WEB UNTUK VISUALISASI SCALA LEBAR DATA PHOTOGRAMMETRIC DAN CARTOGRAPHIC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s