EMBEDED DATA MEDIS PADA CITRA RONTGEN FORMAT SVG SEBAGAI ALTERNATIF CARA PENYIMPANAN CATATAN MEDIS

Sudah dalam beberapa dekade ini data medis digital sudah banyak diimplementasikan.  Masalah yang ada adalah pandangan skeptis mengenai  perbedaan file gambar dan file teks.  Beberapa usaha yang dilakukan adalah membuat standar baku penyimpanan file medis yang disebut DICOM, standar ini mengatur bagaimana file image dan informasi teks yang terkandung didalamnya disimpan.  Teknologi yang ada saat ini yaitu format file gambar namun berbasis teks yang disebut SVG memberikan terobosan baru, karena format ini menyimpan gambar sekaligus teks.  Untuk itu akan dicoba untuk pengaplikasian SVG dalam format DICOM.

Kualitas pelayanan sebuah unit layanan kesehatan baik klinik, puskesmas atau rumah sakit selain ditentukan oleh fasilitas dan sumber daya yang baik juga sangat ditentukan oleh pengelolaan data rekam medis. Dengan ketersediaan data rekam medis yang baik dan lengkap penanganan terhadap pasien dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Sudah dalam beberapa dekade ini data medis digital sudah banyak diimplementasikan.  Masalah yang ada adalah pandangan skeptis mengenai  perbedaan file gambar dan file teks.  Masalah yang terjadi adalah tidak semua rekam medis berupa file teks.  Namun juga ada yang berformat raster, misalnya hasil rontgen.  Jadi pencatatan rekam medis citra dengan informasi citra masih ditangani secara terpisah, bukan terpadu.  Namun cara ini yang paling banyak dipakai karena saat ini inilah yang paling efektif untuk mengelola rekam medis dengan komputer.

Beberapa usaha yang dilakukan untuk mempermudah pencatatan rekam medis adalah membuat standar baku penyimpanan file medis yang disebut DICOM (Standard Digital Imaging and Communications in Medicine), standar ini mengatur bagaimana file image dan informasi teks yang terkandung didalamnya disimpan.  Sebuah file DICOM terdiri dari sebuah header yang menyimpan informasi tentang nama pasien, tipe dari scan, dimensi cita dan sebagainya, serta untuk citra kesehatan. Ini jelas membedakan dengan format yang telah ada, dimana file citra disimpan di sebuah file (*.img) dan data header pada file lain (*.hdr).  Header pada file DICOM terletak pada 794 byte pertama dengan format dan ketentuan khusus yang berlaku.  Perbedaan lain DICOM adalah data citra dapat dikompres untuk mengurangi ukuran citra.   Detil informasi dapat dilihat di  http://www.barre.nom.fr.

Teknologi yang ada saat ini yaitu format file gambar namun berbasis teks, disebut SVG (Scalable Vector Graphic)  memberikan terobosan baru, karena format ini menyimpan gambar sekaligus teks. SVG sendiri merupakan sebuah bahasa yang baik untuk mendiskripsikan vektor dua dimensi dan menggabungkan vektor dan raster grafik di dalam XML(eXtensible Markup Language).  Grafik Format SVG dapat bersifat interaktif dan dinamis. Animasi dapat dilakukan dengan memberikan   deklarasi tertentu atau melalui scripting.  Aplikasi tingkat tinggi dari SVG dimungkinkan dengan menggunakan sebuah bahasa scripting tambahan yang akan mengakses SVG-DOM yang dapat menciptakan aplikasi yang interaktif dan dinamis.  Dari berbagai kelebihan yang dimiliki SVG dibandingkan raster image dalam penerapan sesuai DICOM, akan dicoba untuk pengaplikasian SVG dalam format DICOM.

Yang akan dilakukan adalah mencoba mengembedkan file header yang telah dirubah ke dalam format  XML kedalam file SVG yang sudah ada.

Secara umum pendekatan yang dilakukan adalah :

  1. Mengkonversi dari berbagai format digital menjadi SVG. Dalam penelitian ini digunakan aplikasi SVG Factory.
  2. Menyiapkan tamplate XMLS  sebagai data teks XML, sebagai eksperimen mengacu kepada model data DICOM dengan menggabungkan namespace yang telah dikenal umum seperti dari Dublin Core.
  3. Menggabungkan data tekstual berbasis XML ke dalam SVG, teknik yang digunakan adalah dengan embeded teks pada end of file setelah tag </svg>, memakai tag <data embedded>.

Hasil yang didapat adalah SVG Factory dapat digunakan sebagai salah satu alternatif aplikasi untuk melakukan conversi citra medis format raster (bmp) ke dalam format SVG.  Embeded data atau informasi memungkinkan dilakukan pada citra format SVG tanpa mengurangi kualitas citra. Hal ini memungkinkan dikembangkannya format citra medis hasil rongent yang berisi informasi pasient dan diagnosa yang tersimpan dalam satu file.

SVG berbasiskan XML sehingga perubahan informasi pasient dan diagnosa dapat dilakukan dengan menggunakan editor teks yang umum digunakan seperti wordpad, Notepad atau word prosesor standar lainnya, tanpa perlu aplikasi khusus.

Penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah mengembangkan editor untuk citra medis format SVG, indexing dan reatrieval data, keamanan data dan kemungkinan penggabungan jenis data lain untuk pengembangan aplikasi multimedia seperti animasi, suara dsb.

Sumber :
EMBEDED DATA MEDIS PADA CITRA RONTGEN FORMAT SVG SEBAGAI ALTERNATIF CARA PENYIMPANAN CATATAN MEDIS
Setia Wirawan, Suryo Guritno, Agus Hardjoko, Prihandoko

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s