Intelligent Traffic System di Indonesia peluang emas buat programmer

Intelligent Traffic System atau ITS adalah sistem terintegrasi antara lalu lintas dengan Teknologi informasi.  Dimana tujuan dari dibuatnya sistem ini adalah untuk membantu mengurangi dampak kemacetan dan bahkan kecelakaan yang terjadi di jalan.  ITS sendiri dapat brupa sistem yang menyajikan data realtime mengenai keadaan di jalan, sistem manajemen lalu lintas yang menghindari kemacetan di jalan, sistem automasi pembayaran lalu lintas, sistem pengelola transportasi umum, ataupun automasi sistem transportasi yang sudah terintegrasi.

Di negara lain, implementasi ITS ini sudah cukup mapan.  Sudah tidak ada lagi polisi lalu lintas yang harus menjaga lampu merah untuk mengatur perempatan saat jalan sedang jam sibuk.  Juga tidak ada lagi polisi yang harus mengejar para pelanggar lampu merah karena sudah ada video yang merekam pelanggaran dan langsung mengakumulasinya dalam satu tagihan kepada pelanggar tadi.  Bahkan gerbang tol pun sudah diotomasi sedemikian rupa dengan mengaplikasikan gelombang radio untuk pendeteksian mobil yang melewati gerbang tol, sehingga tidak perlu lagi pengendara berhenti untuk membayar atau mengambil karcis.  Inti dari pengadaan sistem ini adalah mengatur hubungan antara manusia, jalan raya dan kendaraan untuk menciptakan keteraturan.  Di negara maju, sistem ini sudah berjalan, lalu bagaimana dengan negara kita di Indonesia?

Di Indonesia,sebenarnya ITS bukanlah sebuah hal baru, sudah ada beberapa daerah yang mengimplementasikan teknologi ITS ini, misalnya di Bandung.  Di Bandung sendiri, perna terdengar program ATCS (Area Traffic Control System) dimana program ini merupakan kerjasama dari Polwiltabes Bandung dan Dinas Perhubungan.  Sistem ATCS ini ternyata masih gagal untuk diimplementasikan melihat dari hasil pengamatan kondisi lalu lintas yang  tidak berubah, yaitu tetap terjadi kemacetan di Bandung.  Ini bukan serta merta teknologi yang diterapkan tidak bagus, namun lebih tepatnya kondisi infrastruktur negara kita yang masih belum mendukung.  Contoh lain dari penerapan ITS di Indonesia adalah pengaturan jalan tol.  Sudah ada teknologi yang mendukung untuk mengotomasi proses pengaturan gerbang tol.  Namun masih saja banyak jalan tol di Indonesia yang masih menggunakan media manual berupa HT atau handy talky, sensor kemacetan di jalan tol juga masih belum ada.  GPS sendiri juga sudah tidak menjadi hal umum lagi, mengingat sudah cukup banyak taksi yang memiliki teknologi ini.  Namun dari perusahaan taksi sendiri tidak ada suatu sistem yang mangatur bagaimana rute taksi dan penumpang.

Lalu apa sebenarnya yang menghambat perkembangan ITS di Indonesia?  Sebenarnya dari sisi perangkat dan teknologi, negara kita sudah mampu untuk membeli dan sudah pernah mencoba menggunakan.  Namun dari segi pengelolaan negara kita masih memiliki nilai yang sangat rendah.  Belum mampunya petugas untuk mengooperasikan dan ketidaktahuan masyarakat yang menggunakan fasilitas ITS ini merupakan masalah yang paling mendasar mengapa ITS di negara kita ini sulit berkembang.  Pengelola dari ITS di Indonesia banyak yang berpikir bahwa biaya perawatan ITS mahal, karena hasil yang didapat tidak sesuai biaya yang dikeluarkan.  Mungkin pada beberapa kasus yang pernah dicoba ini benar, tapi apakah kita pernaha menelaah bahwa meniru ITS dari negara yang sudah mapan merupakan langkah bijak di negara kita?  Negara lain yang sudah maju sudaa mengawali memakai ITS dari zaman ITS masih sederhana.  Namun di masyarakat kita penggunaan ITS langsung mengakibatkan banyak stake holder yang kaget, inilah mengapa terjadi kasus dimana ITS terlihat mahal dan hasilnya tidak maksimal.  Alangkah bijaknya jika perlahan-lahan kita memulai mengatasi kemacetan negeri kita dengan teknologi informasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s