pengajar muda

Sebenarnya menjadi pengajar muda jauh dari keinginan saya, memang saya ingin suatu saaat nanti saya bisa memiliki karir sebagai tenaga pengajar namun itu cita-cita saya ketika saya sudah lebih berumur dan sudah mendapatkan banyak pengalaman di dunia kerja sehingga dapat saya bagi di kelas nantinya.

tenaga pengajar

Saat ini sedang ngetren menjadi pengajar muda memang berkat program indonesia mengajar, tapi pengajar muda yang saya maksud disini jauh dari situ hahaha,, bukan menjadi pengajar SD yang ditempatkan selama setahun dipelosok indonesia tapi menjadi seorang dosen muda. Saya baru saja menyelesaikan satu semester menjadi dosen disebuah kampus swasta yang dulunya merupakan almamater saya. Di kampus ini saya termasuk beberapa dosen yang paling muda memang, namun hal ini tidak terlalu istimewa karena memang di kampus ini, khususnya program studi tempat saya mengajar banyak sekali dosen yang berusia dibawah 30 tahun. Entahlah, menurut saya menjadi dosen muda tidak terlalu keren buat saya, bahkan menurut saya akan lebih keren menjadi pengajar muda di program indonesia mengajar. Saya sering mendengar komentar dari temen-temen “kan enak jadi dosen, jam kerjanya nyantai dan cuma mengajar didepan mahasiswa, kalau malas bisa diganti tugas, gaji juga cukup”. Saya merasa malu dengan cerita-cerita dari teman saya yang mengikuti program indonesia mengajar, saya dapat dengan jelas melihat bahwa mereka menjadi tenaga pengajar karena ingin membuat perubahan, mereka ingin memberikan sesuatu ke anak didik mereka bukan sekedar menjadi dosen karena ingin pekerjaan yang santai…

idealisme

“kan enak jadi dosen, jam kerjanya nyantai dan cuma mengajar didepan mahasiswa, kalau malas bisa diganti tugas, gaji juga cukup”

Mungkin pada awalnya saya menilai karena kekurangmatangan dosen inilah saya dulu merasa kurang puas saat kuliah dikampus ini, berbeda dengan ketika saya mengambil pendidikan magister saya. Perbedaan yang paling saya rasakan adalah saya merasa dosen di kampus tempat saya mengenyam pendidikan magister saya bisa menginspirasi dan membuka banyak wawasan saya. Bahkan tak jarang materi kuliah tidak ada yang disampaikan saat dikelas, tapi justru sang dosen menceritakan mengenai proyeknya, ataupun riset yang sedang mereka kerjakan, atau cerita mereka di masa lalu yang menurut saya sangat awesome! Misalkan ada dosen yang menjabat sebagai direktur microsoft innovation center di kampus itu, ada dosen yang memiliki usaha di bidang ALUTSISTA dan menjadi partner dari TNI, ada dosen yang menjadi staf ahli forensik IT di Indonesia yang sering dipanggil menjadi saksi (tentunya jauh dari salah satu mentri kita yang mengklaim dirinya sebagai ahli telematika) dan bahkan ada juga profesor yang memiliki gelar dobel kedokteran dan elektro yang termasuk dalam tim pertama yang mengoperasikan komputer pertama di Indonesia yang menurut cerita beliau ukurannya hampir sebesar ruang kelas. Bagi saya ini memberikan inspirasi dan wawasan tersendiri diluar materi kuliah yang bisa menjadi motivasi saya untuk belajar secara mandiri dan tidak kalah dengan mereka.

realitanya…

Oke, tapi alur ceritanya ternyata sedikit berbeda dengan keinginan saya. Beberapa waktu setelah saya menyelesaikan studi magister salah seorang teman saya yang sudah lebih dulu menjadi dosen menawarkan kepada saya untuk menjadi dosen, yah hanya sekedar dosen luar memang, dan akhirnya saya ambil toh memang pekerjaan saya masih menjadi freelance programmer. Kebetulan saya mengajar matakuliah praktikum pemrograman, memang bidang yang saya sudah cukup kenyang mengenyam pengalaman disitu jadi saya rasa saya tidak akan mengalami banyak masalah di pengalaman mengajar pertama ini. Tapi eh ada tapinya, saya masih perlu berpikir keras tentang apa tujuan mengajar saya ini, dan sampai saya menyelesaikan kelas selama satu semester ini alhamdulillah tujuan saya mengajar masih belum berubah banyak.

  • Yang pertama saya mengajar mahasiswa, yang saya tahu pasti IPK bukanlah segalanya tidak seperti dipendidikan dasar dimana kita harus sebisa mungkin menguasai kurikulum yang diberikan sebagai pondasi pendidikan kita kelak. Memang kebanyakan sih masih nyambung bidang kerjanya dengan jurusan kuliahnya, tapi ga sedikit lho temen yang sukses dibidang yang sama sekali tidak ada hubungan dengan satupun materi kuliah yang dulu dipelajari. So point pertama yang ingin saya sampaikan adalah bukan tentang mereka bisa membuat program, tapi membuka wawasan mereka apa saja yang bisa mereka lakukan jika mereka bisa membuat program🙂
  • Yang kedua, saya ingin bisa menginspirasi mereka, tentang bagaimana kehidupan setelah meraka lulus nantinya, pekerjaan apa yang bisa mereka lakukan dan menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki limitasi untuk menjadi apapun. Untungnya walaupun masih sangat minim, saya punya beberapa pengalaman saat setahun bekerja di software house yang cukup besar di Indonesia dan 1,5 tahun menjadi programmer lepas sambil iseng mencoba menjajaki dunia startup IT yang sedang booming akhir-akhir ini (yah, saya juga mengakui kalau saya termakan mode juga dengan gelombang startup IT) dan untungnya keisengan ini cukup menghasilkan karena selama menjajaki dunia startup IT saya rajin mengikuti kompetisi dan beberapa kali berhasil menjadi pemenang. Memang pengalaman yang secuil itu masih jauh untuk bisa membuat wow para mahasiswa dikelas, yah tapi apa daya hanya itulah yang baru bisa saya bagi saat ini.
  • Dan yang terakhir saya ingin kalau kelas saya menjadi sebuah kelas yang Fun, creative dan out of the box tentunya tanpa meninggalkan esensi materi yang ingin disampaikan dikelas. Format ini sedikit saya adaptasi dari kuliah desain dan media di pendidikan magister dulu, dimana dosen saya waktu itu adalah kaprodi salah satu jurusan desain sehingga beliau selau bisa menyajikan presentasi yang sangat cantik secara visual. Tidak ada slide yang abusing (slide dengan semua materi ditulis didalam setiap slide sampai penuh alih-alih kata/kalimat ditiap slide dibuat seminimal mungkin dan digantikan dengan ilustrasi gambar atau video) dan format ini membuat saya sangat enjoy di kelas, so saya adaptasi format ini. Di setiap pertemuan saya kemas pertemuan dengan slide yang penuh gambar, dengan selingan satu atau dua video yang bisa membuka wawasan atau menginspirasi mereka, dan di akhir saya berdoa semoga penjelasan dari saya cukup baik untuk membuat mereka paham dan tidak bosan :p

akhir cerita

Saya excited sekali dengan pengalaman mengajar pertama saya ini dan cukup senang dari sisi saya pribadi saya merasa feedback dari 3 kelas yang saya ajar cukup menyambut positif (termasuk beberapa surat yang harusnya diberikan kepada asisten tapi malah nyasar ke saya :p), dan semoga memang itu yang meraka rasakan. Sekali lagi saya ingin mengucapkan terimakasih ke semua mahasiswa saya dan juga tim asisten yang telah menemani saya belajar bersama selama satu semester yang lalu.

Namun saya sendiri masih kurang puas karena saya merasa saya belum berhasil menginspirasi dan membuka wawasan mereka. Yah sebagai anak muda terkadang kita masih egois untuk mencoba merealisasi idealisme kita masing-masing dan itu yang saya rasakan sekarang, saya merasa ini masih belum saatnya saya untuk menjadi dosen, masih banyak pengalaman yang harus saya jalani untuk bisa menginspirasi mahasiswa dikelas dan masih banyak hal diluar sana yang harus saya lihat untuk membuka wawasan saya sebelum saya bisa membuka wawasan mahasiswa saya nantinya, sehingga akhirnya saya memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan saya untuk mencari pengalaman di bidang IT lagi,  semoga jalan saya terus diberkahi.

Alhamdulillah semua pertemuan semester ini sudah selesai dan ujian juga sudah dilaksanakan, sekarang PR saya tinggal mengoreksi hasil ujian yang bejibun dan mempublish nilainya kembali ke mahasiswa saya sebelum saya berhenti menjadi tenaga pengajar, tapi cuma untuk sementara waktu ya sementara waktu, beberapa tahun lagi saya ingin kembali menjadi tenaga pengajar walaupun tak mungkin untuk jadi pengajar muda lagi😀

5 thoughts on “pengajar muda

  1. mantabbb curhatannya pak😀
    menurutku memang kuliah itu untuk membentuk pola pikir dan apa yg telah anda lakukan itu adalah sesuatu untuk membentuk ke arah situ,
    pengalaman2 inspiratif dari dosen sangat penting meskipun materi yg seharusnya disampaikan jg penting, namun dengan sharing pengalaman dari dosen( apalagi dosen yg punya pengalaman kerja dan membangun startup / usaha seperti anda), mahasiswa bisa tahu dan membuka wawasan mereka mengenai dunia luar sebenarnya setelah mereka lulus…
    mantab pokoknya, ditunggu kopdarnya lagi di ibukota, hahaha

    • wow,, komoentarnya panjang bener *terharu*

      habis nyicipin rasanya kuliah di kampus yg di kota jadi sedikit kebayang sih kenapa emang lulusan sana oke2 gitu, selama 4 tahun selalu dipamerin sama dosen & sama alumninya mereka abis lulus bisa jadi orang yang keren2, jadi keknya itu yg bikin mindset mahasiswanya “jadi sombong” alias pasang standar tinggi setelah mereka lulus,,
      kalo dikampus kita keknya target “tinggi” nya baru kerja di company skala nasional kali ya,,
      kalo dikampus kota banyak yg berani bikin usaha sendiri atau go internasional gitu,,
      hahaha,, just opinion,,

      siap bos,, mulai tahun depan saya evelebel terus buat kopdar di jegardah!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s